Pria ini mengeluh bahwa putrinya tinggal di kamarnya sepanjang hari dan tidak senang berbicara dengannya dan istrinya. Setiap kali dia turun untuk makan atau air, dia selalu mengingatkannya bahwa ketika dia berusia 18 tahun, dia dapat pindah atau membayar sewa. Saya tidak pernah mengerti mengapa orang melakukan ini sebagai taktik menakut-nakuti untuk mengajari anak-anak bertanggung jawab. Mungkinkah interaksinya seperti ini justru merusak hubungannya dengan putrinya. Bukankah dia memberinya getaran bahwa dia tidak menginginkannya atau apakah ini bagian dari mengajarkan tanggung jawabnya?